Sabtu, 04 Juni 2011

MAKALAH PARASIT DAN PENYAKIT IKAN

OLEH 
ALUDIN AL AYUBI
NIM : 0804052698


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Kegiatan budidaya ikan baik jenis ikan konsumsi ataupun ikan hias merupakan kegiatan yang mempunyai resiko tinggi karena ikan merupakan mahluk bernyawa yang kapan saja mengalami kematian.  Salah satu penyebab gagalnya kegiatan budidaya ikan ini adalah karena faktor penyakit. Munculnya gangguan penyakit pada budidaya ikan merupakan resiko biologis yang harus selalu diantisipasi. Munculnya penyakit pada ikan umumnya merupakan hasil interaksi kompleks/tidak seimbang antara tiga komponen dalam ekosistem perairan yaitu inang (ikan) yang lemah, patogen yang ganas serta kulitas lingkungan yang memburuk.
Dalam melakukan usaha budidaya ikan, para pembudidaya melakukannya ada yang secara intensif, semi intensif atau asal saja. Semakin intensif sistem budidaya yang diterapkan maka semakin kompleks pula kehadiran penyakit yang akan muncul. Penyakit yang menyerang ikan banyak macam dan ragamnya. Tetapi secara umum penyakit ikan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu penyakit infeksius dan non infeksius.  Jenis penyakit infeksius terdiri dari penyakit yang disebabkan oleh parasit, jamur bakteri dan visrus.  Sedangkan jenis penyakit non-infeksius disebabkan oleh  lingkungan, makanan dan genetis. Dan salah satu penyakit yang disebabkan oleh jamur adalah: penyakit saprolegniasis.
B.     Tujuan
Tujuan  dari pembuatan tugas makalah ini adalah sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan nilai pada Mata Kuliah Parasit dan Penyakit Ikan. Selain dari itu juga dengan adanya pembuatan tugas makalah ini maka dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa/ i dalam hal ini mengenai penyakit ikan khususnya penyakit saprolegniasis.


BAB II
PEMBAHASAN
A.        Pengertian
Saprolegniasis adalah Penyakit yang  disebabkan oleh jamur yang disebut Saprolegnia sp. Saprolegnia SP merupakan jenis utama jamur air yang berhubungan dengan infeksi jamur terhadap ikan dan telur yang berada dalam air tawar
1.      Klasifikasi  Jamur Saprolegnia SP :
Kingdom                  : Fungi
Divisi                        : Oomycotina
Phylum                     : Phycomycetes
Class                         : Oomycetes
Ordo                         : Saprolegnialis
Famili                       : Saprolegniaceae
Genus                       : Saprolegnia
Spesies                     : Saprolegnia SP
2.      Ciri Morfologi Jamur Saprolegnia Sp
Jamur saprolegnia memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.             Memiliki filament
b.            Memiliki sporangium yang berdiameter 100 mikron, lebih lebar dari hifanya.
c.             Tidak bersekat
d.            Miseliumnya berkembang di dalam substrat.
e.             Pada bagian ujung miseliumnya terdapat sporangium
3.      Siklus Hidup Dan Reproduksi
Saprolegnia SP mempunyai lingkar kehidupan yang kompleks, yang meliputi kedua reproduksi seksual dan aseksual. Reproduksi seksual melibatkan produksi dari antheridium dan oogonium gametangia, yang disatukan untuk fertilisasi. Spora aseksual dari saprolegnia melepaskan motile, zoospora utama. Zoospora utama hanya aktif dalam beberapa menit sebelum mereka encyst, berkecambah dan melepaskan zoospora kedua. Zoospora kedua lebih motile dalam periode waktu yang panjang dari pada zoospora utama dan dianggap sebagai bentuk pelepasan utama dari saprolegnia.
Pengulangan lingkar dari encystment dan pelepasan, disebut “polyplanetism” , membiarkan zoospora kedua untuk membuat beberapa usaha menempatkan substrat yang cocok. Zoospora kedua menganggap infeksi spora dari Saprolegnia SP. Encystment (proses pengkistaan) berikutnya, zoospora kedua melepaskan rambutnya untuk penyerangan. Rambut tersebut juga digunakan untuk pengapungan, untuk mengurangi rata-rata sedimentasi, dan untuk pengenalan rangsangan sekumpulan fungal. Lebih dari spesies pathogenic dari Saprolegnia SP mempunyai rambut bengkok yang panjang. Perbedaan spesies dari saprolegnia mampu untuk berkecambah dibawah kondisi lingkungan dan tingkat gizi yang berbeda. Jamur ini dapat tumbuh pada selang suhu 0-35 °C, dengan selang pertumbuhan optimal 15-30 °C, yang hidup pada habitat air tawar dan untuk mendapatkan makanan mereka hidup secara saprofit atau parasit.
4.      Infeksi Saprolegniasis
Saprolegnia SP merupakan jenis utama jamur air yang berhubungan dengan infeksi jamur terhadap ikan dan telur yang berada dalam air tawar. Infeksi ikan oleh saprolegnia disebut “saprolegniasis”. Pada umumnya, Saprolegnia SP akan menyerang bagian tubuh ikan yang terluka, dan selanjutnya dapat pula menyebar pada jaringan sehat lainnya.
Serangan Saprolegnia SP biasanya berkaitan dengan kondisi kualitas air yang buruk, seperti:
1.      Sirkulasi air rendah
2.      Kadar oksigen terlarut rendah
3.      Kadar amonia tinggi
4.      Kadar bahan organik tinggi.
Kehadiran Saproglegnia SP sering pula disertai dengan kehadiran infeksi bakteri Columnaris, atau parasit eksternal lainnya. Pada ikan, Saprolegnia SP menyerang jaringan-jaringan epidermis, pada umumnya bermula dari kepala atau sirip dan dapat menyebar ke seluruh permukaan tubuh. Jamur akan tumbuh menempel pada jaringan otot dibawah kulit. Saprolegnia SP juga menginfeksi telur yang hampir mati dengan adhesi dan penetrasi terhadap membran telur dan dapat menyebarkan dari telur yang mati ke telur yang hidup.
B.   Gejala Ikan Yang Terserang Penyakit Saprolegniasis
Kehadiran Saprolegniasis biasanya ditandai dengan munculnya "benda" seperti kapas, berwarna putih, terkadang dengan kombinasi kelabu dan coklat, pada kulit, sirip, insang, mata atau telur ikan
C.    Pengendalian dan  pengobatan
Pengendalian dapat dilakukan dengan Menaikkan dan mempertahankan suhu air >_ 35 derajat celcius dan/atau penggantian air baru yang lebih sering. Sedangkan Pengobatan dapat dilakukan dengan cara perendaman dengan :
1.      Kalium Permanganate (PK) pada dosis 1 gram/100 liter air selama 90 menit.
2.      Formalin pada dosis 100-200 ppm selama 1-3 jam.;
3.      Garam dapur pada konsentrasi 1-10 promil (tergantung spesies dan ukuran) selama 10-60 menit;
4.      Methylene Blue pada dosis 3-5 ppm selama 24 jam.


BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Dari hasil dan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa:
·         Saprolegnia SP mempunyai lingkar kehidupan yang kompleks, yang meliputi kedua reproduksi seksual dan aseksual.
·         Saprolegnia SP merupakan jenis utama jamur air yang berhubungan dengan infeksi jamur terhadap ikan dan telur yang berada dalam air tawar.
·         Pada umumnya, Saprolegnia SP akan menyerang bagian tubuh ikan yang terluka, dan selanjutnya dapat pula menyebar pada jaringan sehat lainnya.
·         Serangan Saprolegnia SP biasanya berkaitan dengan kondisi kualitas air yang buruk
·         Kehadiran Saprolegniasis biasanya ditandai dengan munculnya "benda" seperti kapas, berwarna putih, terkadang dengan kombinasi kelabu dan coklat, pada kulit, sirip, insang, mata atau telur ikan
B.      Saran
             Untuk mengetahui lebih jelas mengenai penyakit saprolegniasis yang disebabkan oleh jamur saprolegnia sp maka sebaiknya harus dilakukan praktek langsung sehingga apa yang kita pelajari di perkuliahan dalam bentuk teori dapat diaplikasikan dilapangan.


DAFTAR PUSTAKA












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar